Besaran dan Turunan

Koordinat Cartesius

Jenis Paragraf

Diposting oleh On 21:23


Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif disebut juga paragraf umum-khusus. Kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan di ikuti kalimat - kalimat penjelas.

Contoh 1:
Kerja keras merupakan kunci kesuksesan. Kegagalan yang didapat harus dijadikan motivasi untuk mendapat hasil yang kita inginkan. Tetap semangat berlatih dan mencari tahu penyelesaianhya menjadikan kita semakin dekat dengan kesuksesan.

Kalimat utama dalam paragraf tersebut adalah kerja keras merupakan kunci kesuksesan. Sementara kalimat selanjutnya adalah penjelasan atau penjabaran dari kalimat pokok/utama.

Contoh 2:
Pemuda warga Desa Aman memberlakukan jam belajar dengan tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan di luar rumah, dan hanya duduk duduk di pinggir jalan pada saat jam jam belajar. Para pemuda mulai mendatangi orang tua dan memberi pengertian pentingnya belajar bagi anak anak mereka. Apabila warga menemukan anak-anak mereka sedang kumpul - kumpul di pinggir jalan pada saat jam belajar, mereka akan diperingatkan dan diajak untuk belajar bersama. Jam belajar masyarakat dimulai pukul18.00 sampai pukul 20.00.

Kalimat utama dalam paragraf di atas adalah pemuda warga Desa Aman memberlakukan jam belajar dengan tertib. Sementara kalimat selanjutnya adalah penjelasan dari kalimat pokok.

Paragraf Induktif
Paragraf induktif disebut juga paragraf khusus-umum. Paragraf induktif diawali dengan beberapa kalimat penjelas yang kemudian pada akhir paragraf adalah kalimat utamanya.

Contoh 1:
Seringkali kita sudah berusaha namun masih sering gagal. Jangan khawatir! Agar bisa keluar dari kegagalan perlu dicari sebab dan cara mengatasinya. Hal terpenting adalah kerja keras adalah kunci kesuksesan untuk mendapatkan hal yang diinginkan.

Kalimat pokok terdapat pada kalimat terakhir yaitu Hal terpenting adalah kerja keras kunci kesukesan untuk mendapatkan hal yang dinginkan. Kalimat sebelumnya adalah kalimat penjelas

Contoh 2:
Banyak pedagang kaki lima yang entah bagaimana awalnya, seperti mengelompokkan diri hanya dengan menjual jenis barang tertentu di sebuah trotoar tertentu. Selanjutnya, tampillah trotoar tersebut sebagai etalase khusus. Bahkan, banyak barang khas trotoar terkenal di Jakarta yang tidak bisa dijumpai di toko-toko resmi. Dari suasana tersebut ternyata banyak trotoar yang akhirnya menjadi terkenal karena penampilanya yang khas.

Kalimat utama terdapat pada kalimat terakhir yaitu banyak trotoar yang terkenal karena penampilannya yang khas.

Bantu Berikan DONASI jika artikel ini dirasa bermanfaat Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.raimondwell.com
DonasiDonasi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih telah meninggalkan komentarnya